Banyak yang berpikir kesenian di Indonesia hanya merupakan dunia kreatifitas yang bergerak sebatas kreatifitas penciptaan dan inovasi estetika. Namun percayakah anda bahwa kesenian sebagai bagian dari kebudayaan juga merupakan wahana intelektual untuk mendorong kemajuan perkembangan dan penemuan di bidang teknologi yang mempengaruhi kebudayaan dan ekonomi secara makro?
Biduk Seniman Indonesia telah melakukan eksperimentasi stimulatif untuk membuktikan hal ini. Salah satunya adalah membuat sebuah penemuan teknologi yang bersifat esensial dibidang dekorasi tekstil untuk mendorong dan memperluas wacana estetika berlandaskan kebudayaan Indonesia. Eksplorasi estetika melalui teknologi ini pada dasarnya sangat luas dan memungkinkan untuk proses penciptaan aliran maupun gaya baru yang bersifat global dibidang seni rupa murni maupun seni kriya.
Artinya, haluan eksplorasi estetika dikalangan seniman Indonesia tidak hanya berangkat dari manifestasi Western Culture namun juga dapat berkembang dari manifestasi tradisi dan etnokultural dari berbagai etnik di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya jika di eksplorasi secara lebih serius bangsa Indonesia dapat mewujudkan peranan identitas kebudayaannya sebagai bagian dari pondasi perkembangan human culture maupun global art.
Dalam aspek ekonomi, satu-satunya monopoli yang diakui diseluruh dunia adalah monopoli berdasarkan paten. Paten merupakan pengakuan terhadap suatu penemuan dan inovasi dibidang metode dalam penyelesaian suatu masalah yang memiliki nilai industrial. Teknologi dekorasi tekstil yang telah disebutkan sebelumnya telah didaftarkan dalam bentuk paten dan merupakan sarana eksperimentasi stimulatif Biduk Seniman Indonesia untuk menemukan solusi-solusi dalam mewujudkan pengembangan eksploitasi unsur-unsur kebudayaan Indonesia sebagai aspek orientatif yang memperkuat makro ekonomi Indonesia. Judul paten dari teknologi ini untuk sementara waktu tidak dipublikasikan demi mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, eksploitasi ekonomis terhadap kebudayaan tidak hanya sebatas berbicara mengenai kegiatan-kegiatan berorientasi pariwisata seperti pagelaran, festival, expo yang berlandaskan nilai-nilai eksotis etnokultural. Eksploitasi tersebut dapat juga dikembangkan berdasarkan perspektif peluang dalam eksplorasi etnokultural sebagai landasan untuk menciptakan invensi (penemuan) dan inovasi yang dapat memperkuat sektor industri sekaligus untuk memperkuat identitas kebudayaan nasional dari berbagai perbedaan etnokultural yang ada dalam satu nilai kebangsaan. Polemik yang sering dihadapi oleh Biduk Seniman Indonesia dalam mengajukan gagasan ini adalah sangat sedikitnya periset maupun inventor yang tertarik maupun memahami peluang mengekplorasi aspek-aspek eksploitasi unsur-unsur etnokultural untuk membuat sebuah penemuan. Berdasarkan penelusuran referensial maupun dokumen paten, penemuan yang berangkat dari aspek etnokultural yang dilakukan oleh Biduk Seniman Indonesia adalah yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Sangat ironis, bukan?
Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat membuka dan mendorong pemikiran para periset, seniman, budayawan, dan para ahli lainnya mengenai signifikasi peluang-peluang inventif dan inovatif keragaman etnokultur di Indonesia dalam memperkuat ketahanan budaya dan ketahanan ekonomi Bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia.
Selamat Bekerja.