MEMBANGUN SUPERIORITAS BANGSA

21 Jan

Selama ini, proses ekplorasi kultur yang terjadi di Indonesia selalu merujuk pada perkembangan pola-pola eksplorasi dari setiap era kultural yang telah terjadi di negara lainnya, khususnya dari perkembangan kebudayaan Eropa. Salah satu hal yang perlu digaris bawahi, dinamika kebudayaan yang terjadi di Eropa memiliki latar belakang sebab dan akibat yang berbeda dengan dinamika kultur di Indonesia. Hal ini tentu saja merupakan salah satu dasar pemikiran yang menunjukkan bahwa dinamika kultur di Indonesia adalah tidak sama dengan dinamika kultur di Eropa.

Oleh sebab dampak imperialisme bangsa Eropa di masa lalu, dinamika kebudayaan yang terjadi di negara-negara Eropa ini selanjutnya memberikan mempengaruhi dinamika kultur dari berbagai bangsa yang termasuk dalam wilayah imperialismenya. Sehingga tidaklah heran mengapa ada kecenderungan untuk merujuk maupun mengadopsi dinamika kultur Eropa sebagai acuan dalam perkembangan kultur dari bangsa-bangsa yang mengalami dampak imperialisme tersebut.

Sesungguhnya kecenderungan untuk merujuk maupun mengadopsi dinamika kultur Eropa ini merupakan sebuah ironi kebudayaan yang menunjukkan adanya pengakuan superioritas bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa-bangsa lainnya. Sebelum adanya imperialisme bangsa Eropa, secara historis dapat dibuktikan superioritas kebudayaan Eropa berangkat dari adanya gerakan renaissance oleh sebab pengaruh superioritas kebudayaan Islam yang membuka mata bangsa Eropa pada masa-masa konflik perang salib. Renaissance yang mengawali superioritas kebudayaan Eropa pada dasarnya merupakan upaya penggalian berbagai unsur kultural yang ada di Eropa dengan kebudayaan Islam sebagai rujukan komparatif. Dalam hal ini, bangsa Eropa tidak serta-merta mengadopsi seluruh unsur kebudayaan Islam dalam dinamika kulturalnya, namun menjadikan dinamika kebudayaan Islam sebagai acuan dasar dalam menggali berbagi potensi kultural yang ada dalam kebudayaannya sendiri.

Dalam hal ini terlihat jelas nilai superioritas suatu bangsa tidak ditentukan oleh stagnasi kebudayaan namun dipicu oleh adanya kemampuan adaptasi kebudayaan yang dinamis melalui eksplorasi berbagai unsur kultural yang ada dari bangsa tersebut. Hal ini berarti jika bangsa kita dapat mencoba menggali kembali berbagai unsur kebudayaan yang ada di Indonesia, maka bukan tidak mungkin kita dapat mengembangkan atau mungkin menemukan suatu solusi intelektual yang sesuai dengan dinamika kebangsaan? Semoga para birokrat kita dapat memahami urgenitas masalah ini.

Wassalam, Syalom, Om Sarasvati. Horas.
FREDDY HASIHOLAN SIDAURUK

Signifikasi Peluang-Peluang Inventif dan Inovatif Keragaman Etnokultur di Indonesia

26 Okt

Banyak yang berpikir kesenian di Indonesia hanya merupakan dunia kreatifitas yang bergerak sebatas kreatifitas penciptaan dan inovasi estetika. Namun percayakah anda bahwa kesenian sebagai bagian dari kebudayaan juga merupakan wahana intelektual untuk mendorong kemajuan perkembangan dan penemuan di bidang teknologi yang mempengaruhi kebudayaan dan ekonomi secara makro?

Biduk Seniman Indonesia telah melakukan eksperimentasi stimulatif untuk membuktikan hal ini. Salah satunya adalah membuat sebuah penemuan teknologi yang bersifat esensial dibidang dekorasi tekstil untuk mendorong dan memperluas wacana estetika berlandaskan kebudayaan Indonesia. Eksplorasi estetika melalui teknologi ini pada dasarnya sangat luas dan memungkinkan untuk proses penciptaan aliran maupun gaya baru yang bersifat global dibidang seni rupa murni maupun seni kriya.

Artinya, haluan eksplorasi estetika dikalangan seniman Indonesia tidak hanya berangkat dari manifestasi Western Culture namun juga dapat berkembang dari manifestasi tradisi dan etnokultural dari berbagai etnik di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya jika di eksplorasi secara lebih serius bangsa Indonesia dapat mewujudkan peranan identitas kebudayaannya sebagai bagian dari pondasi perkembangan human culture maupun global art.

Dalam aspek ekonomi, satu-satunya monopoli yang diakui diseluruh dunia adalah monopoli berdasarkan paten. Paten merupakan pengakuan terhadap suatu penemuan dan inovasi dibidang metode dalam penyelesaian suatu masalah yang memiliki nilai industrial. Teknologi dekorasi tekstil yang telah disebutkan sebelumnya telah didaftarkan dalam bentuk paten dan merupakan sarana eksperimentasi stimulatif Biduk Seniman Indonesia untuk menemukan solusi-solusi dalam mewujudkan pengembangan eksploitasi unsur-unsur kebudayaan Indonesia sebagai aspek orientatif yang memperkuat makro ekonomi Indonesia. Judul paten dari teknologi ini untuk sementara waktu tidak dipublikasikan demi mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, eksploitasi ekonomis terhadap kebudayaan tidak hanya sebatas berbicara mengenai kegiatan-kegiatan berorientasi pariwisata seperti pagelaran, festival, expo yang berlandaskan nilai-nilai eksotis etnokultural. Eksploitasi tersebut dapat juga dikembangkan berdasarkan perspektif peluang dalam eksplorasi etnokultural sebagai landasan untuk menciptakan invensi (penemuan) dan inovasi yang dapat memperkuat sektor industri sekaligus untuk memperkuat identitas kebudayaan nasional dari berbagai perbedaan etnokultural yang ada dalam satu nilai kebangsaan. Polemik yang sering dihadapi oleh Biduk Seniman Indonesia dalam mengajukan gagasan ini adalah sangat sedikitnya periset maupun inventor yang tertarik maupun memahami peluang mengekplorasi aspek-aspek eksploitasi unsur-unsur etnokultural untuk membuat sebuah penemuan. Berdasarkan penelusuran referensial maupun dokumen paten, penemuan yang berangkat dari aspek etnokultural yang dilakukan oleh Biduk Seniman Indonesia adalah yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Sangat ironis, bukan?

Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat membuka dan mendorong pemikiran para periset, seniman, budayawan, dan para ahli lainnya mengenai signifikasi peluang-peluang inventif dan inovatif keragaman etnokultur di Indonesia dalam memperkuat ketahanan budaya dan ketahanan ekonomi Bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Selamat Bekerja.

Tag:, , , , ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.